JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM SARANA MEWUJUDKAN INSAN SADAR HUKUM 
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA


Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) 
Nasional sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 1 Peraturan Presiden 
Nomor 33 tahun 2012 adalah :

wadah pendayagunaan bersama atas dokumen hukum 
secara tertib, terpadu, dan berkesinambungan, serta merupakan sarana 
pemberian pelayanan informasi hukum secara lengkap, akurat, mudah dan 
cepat“

Berkembangnya suatu zaman ditandai dengan kemudahan setiap individu (publik) dalam memperoleh sesuatu yang diinginkan atau dibutuhkannya, dan kebutuhan akan sebuah informasi menjadi suatu keharusan yang mesti dipenuhi. Terlebih lagi di era reformasi keberadaan Informasi di bidang hukum menjadi sesuatu yang dibutuhkan, mengingat 
nilai-nilai normatif dalam suatu aturan hukum dijadikan acuan dalam menjalankan aktivitasnya, selain itu proses penanganan hukum yang transparan terhadap kasus-kasus yang menjadi sorotan publik mendapat perhatian penuh dari masyarakat luas yang ingin mengetahuinya.

Keberadaan sebuah wadah yang dapat menyajikan informasi mengenai kasus-kasus hukum dan data produk hukum yang berlaku yang selalu di up-date menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Dokumentasi terhadap sebuah produk hukum dalam institusi pemerintah menjadi kewenangan Kementerian Hukum dan HAM, akan tetapi informasi mengenai pemberitaan informasi 
hukum dapat dilakukan oleh institusi yang lain, sehingga antar institusi pemerintah saling terintegrasi dalam memberikan informasi hukum yang realibility.


PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH

Program dan kegiatan prioritas
daerah, yaitu program SULTRA EMAS, yang terdiri dari :
 
  1. SULTRA BERBUDAYA DAN BERIMAN, 
  2. SULTRA CERDAS,
  3. SULTRA SEHAT,
  4. SULTRA PRODUKTIF DAN
  5. SULTRA BANTUAN MASYARAKAT MISKIN.
 
1. SULTRA BERBUDAYA DAN BERIMAN :
Sultra berbudaya merupakan kebijakan yang bertujuan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai
budaya, dan kearifan lokal, menghargai adat istiadat setiap kelompok masyarakat serta melindungi dan menyelamatkan warisan budaya situs-situs budaya, kesenian dan seni anyaman.

Sultra beriman merupakan kebijakan yang bertujuan untuk membentuk sumberdaya manusia "Insan Kamil" yaitu sumberdaya manusia yang memiliki kualitas iman dan taqwa,  dan yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai ketaqwaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Beberapa program/kegiatan  Sultra Beriman dan Berbudaya antara lain : 
  1. Dukungan kesejahteraan bagi pemuka agama;
  2. Pengembangan TPA;
  3. Bantuan bagi para Hafiz Al-Qur'an;
  4. Pembinaan umat beragama;
  5. Pembangunan dan perbaikan sarana ibadah;
  6. Pengembangan Kampung Religi;
  7. Penataan taman modern hijau Tugu Persatuan;
  8. Penyediaan sarana dan prasarana budaya;
  9. Revitalisasi situs budaya;
  10. Fasilitasi pembentukan LBH Pemprov Sultra;
  11. Pembangunan prototype rumah jabatan Kepala Desa;
  12. Diskusi publik Gubernur dan Wakil Gubernur secara berkala;
  13. Revitalisasi P2ID;
  14. Penataan kelembagaan dan manajemen birokrasi;
  15. Fasilitasi pembentukan DOB.

2. SULTRA CERDAS
Merupakan kebijakan yang bertujuan untuk mengembangkan dan mempersiapkan sumberdaya manusia berkualitas, yaitu yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,
terampil mengimplementasikan pengetahuannya serta mumpuni melakukan rekayasa
teknologi pada berbagai bidang ilmu pengetahuan dan dilandasi kualitas iman dan taqwa.

Sultra Cerdas juga bertujuan memberikan jaminan kepada seluruh putra putri Sulawesi
Tenggara dapat mengenyam pendidikan paling rendah hingga Sekolah Menengah Atas.
Menyediakan sarana pendidikan yang memadai serta guru yang berkualitas agar anak didik
dapat belajar dengan baik.

Beberapa program/kegiatan prioritas antara lain :
a) Peningkatan akses masyarakat terhadap lembaga pendidikan formal dan non formal yang meliputi beberapa kegiatan yaitu :
1) Pembangunan sekolah baru SMU dan SMK;
2) Penambahan RKB SMU dan SMK;
3) Pengembangan sekolah satu atap;
4) Beasiswa miskin;
5) Fasilitas pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja terampil;
6) Fasilitas pembangunan dan peningkatan sekolah kejuruan dan politeknik (pariwisata, pertambangan dan perikanan).

b) Peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidik/kependidikan, meliputi kegiatan antara lain :
1) Peningkatan kualitas guru;
2) Pembangunan Laboratorium IPA dan Komputer;
3) Pembangunan Perpustakaan bertaraf Internasional;
4) Pengembangan sekolah model;
5) Beasiswa Berprestasi;
6) Beasiswa S1, S2, S3;
7) Peningkatan kerjasama dengan Perguruan Tinggi;
8) Peningkatan sarana dan prasarana asrama Mahasiswa;
9) Perbaikan tata kelola pendidikan;
10) Pelaksanaan MGMP musyawarah guru mata pelajaran;
11) Pelaksanaan MKKS musyawarah kerja kepala sekolah;
12) Pengembangan kurikulum muatan lokal (narkoba, deradikalisme dan bahasa daerah).
 
3. SULTRA SEHAT
Kebijakan ini bertujuan untuk membangun generasi yang memiliki kualitas jasmani dan rohani secarah utuh, dan berprestasi dalam segala bidang, menyediakan fasilitas pendukung pelayanan kesehatan yang diperlukan,mempersiapkan tenaga kesehatan yang terampil dan ahli, serta membangun infrastruktur kesehatan yang berkualitas.
 
Beberapa program/kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan antara lain :
a) Dukungan terhadap BPJS;
b) Pembangunan Rumah Sakit Jantung;
c) Peningkatan fasilitas dan pelayanan RSJ;
d) Dukungan sarana penunjang kesehatan (Ambulance, Puskesmas terapung);
e) Penyediaan tenaga medis dan paramedis di daerah terpencil;
f)  Bantuan pendidikan untuk tenaga medis dan paramedis;
g) Peningkatan kesehatan ibu dan anak;
h) Pembangunan prototype puskesmas modern;
i)  Pembangunan RTH;
j)  Peningkatan prestasi atlit;
k) Peningkatan sarana dan prasarana olahraga.
 
4. SULTRA PRODUKTIF
Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas di segala bidang, pengembangan kelembagaan, system permodalan untuk pengembangan usaha, pengembangan tenaga terampil, pembangunan infrastruktur dalam rangka pemberian pelayanan dasar diberbagai sector produksi dan mempersiapkan regulasi untuk mendukung kegiatan peningkatan produktivitas diberbagai bidang usaha serta meningkatkan pelayanan perizinan prima (pelayanan terpadu satu pintu).
Beberapa program/kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain :
a) Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian;
b) Pengembangan pertanian organik;
c) Peningkatan produksi dan produktivitas perikanan;
d) Pengadaan saprodi (pupuk dan obat-obatan serta alat dan mesin pertanian);
e) Pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan dan pelabuhan;
f) Pemberdayaan masyarakat melaluipengembangan hutan tanaman rakyat (HTR) dan hutan rakyat (HR);
g) Normalisasi Sungai Wanggu;
h) Pembangunan dan peningkatan irigasi;
i)  Pembangunan dan peningkatan infrastruktur Perekonomian;
j)  Dukungan investasi sektor pertambangan dan industry;
k) Pelatihan dan kursus usaha kecil dan menengah bagi tenaga kerja produktif
l)  Penambahan sarana transportasi darat dan laut
m) Peningkatan peran koperasi, UMKM, Bumdes, Perusda dan Lembaga Keuangan Mikro (BPR Bahteramas, Askrida);
n) Dukungan terhadap investasi sektor pertambangan dan industri;
o) Pengembangan destinasi wisata;
p) Pemaketan destinasi wisata
q) Konservasi das dan daerah-daerah tangkapan air;
r) Perlindungan terhadap satwa endemik;
s) Dukungan terhadap pengembangan energi baru dan terbarukan;
t) Pengembangan system informasi berbasis IT (e-government);
u) Peningkatan kualitas SDM kesejahteraan ASN;
v) Peningkatan sarana dan prasarana Kantor Penghubung;
w) Pembentukan lembaga sultra Development board (SDB)
x)  Perencanaan pembangunan resiko bencana rendah karbon;

5. SULTRA BANTUAN MASYARAKAT MISKIN
Program/kegiatan prioritas ini adalah bentuk nyata kepedulian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengangkat harkat dan martabat masyarakat miskin di Sulawesi Tenggara
 
Beberapa program/kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan antara lain :
 
a) Bantuan perbaikan rumah tidak layak huni;
b) Pemberian kredit murah untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).